Judul: Jilbab Pertamaku
Pengarang: Asma Nadia, dkk
Penerbit: PT Lingkar Pena Publishing House
Tahun terbit: 2005
Tebal: 160 halaman
Jilbab kini memang mulai menjadi sebuah tren tersendiri. Sudah banyak wanita muslim yang mengenakan jilbab. Bahkan, saat ini jilbab tidak lagi menjadi sesuatu yang aneh di mata publik. Namun, masih ada juga yang ragu dan enggan untuk mengenakan. Padahal, perintah berjilbab bagi wanita muslim telah jelas tercantum di dalam Alquran.
Buku Jilbab Pertamaku ini merupakan jawaban fenomena tersebut. Buku ini berisi 12 kisah jilbab pertama dari 12 perempuan yang malang melintang di dunia tulis-menulis. Ada kisah dari Indah S. Pratidina yang mengalami cobaan ketika mengenakan jilbab di Jepang. Kisah Helvy Tiana Rosa yang tak ragu mengambil keputusan berjilbab dan kisah-kisah lain.
Di bagian awal buku, Asma Nadia memberi pengantar mengenai alasan berjilbab. Di bagian akhir, Asma Nadia menjawab beberapa pertanyaan yang sering terlontar mengenai jilbab. Di dalamnya juga disisipkan komentar tentang jilbab di mata kaum laki-laki.
Jilbab Pertamaku ditulis dengan bahasa ringan, renyah, komunikatif, dan meremaja. Buku ini pun tidak terkesan menggurui. Sebanyak 12 perempuan yang membagi kisahnya ini berharap bisa memberi inspirasi. Terutama pada wanita muslim lain.
Rata-rata mereka mulai berjilbab pada usia muda. Bahkan, ada yang mengenakan jilbab sejak SMP dan konsisten hingga saat ini. Banyak di antara mereka yang dulu juga punya nada minor terhadap orang-orang berjilbab.
Buku ini dipersembahkan untuk mereka yang belum berjilbab, namun masih takut-takut untuk mulai berkomitmen. Untuk mereka yang sudah berjilbab namun belum bisa mantap untuk berkomitmen seutuhnya.
Selain itu, buku ini menarik dibaca untuk sekadar bernostalgia mengenai perjalanan berjilbab kita. Yang paling baik, buku ini sangat cocok sebagai kado. Terutama untuk memantapkan hati wanita muslim lain untuk berjilbab.***