Bahaya Begadang

Para dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini mengejutkan dunia kedokteran karena ditemukannya kasus seorang dokter muda berusia 37 tahun yang selama ini sangat mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati (GOT,GPT), ternyata saat menjelang Hari Raya Imlek diketahui positif menderita kanker hati sepanjang 10 cm!

Selama ini hampir semua orang sangat bergantung pada hasil indeks pemeriksaan fungsi hati (Liver Function Index). Mereka menganggap bila pemeriksaan menunjukkan hasil index yang normal berarti semua OK.

Kesalahpahaman macam ini ternyata juga dilakukan oleh banyak dokter spesialis. Benar-benar mengejutkan, para dokter yang seharusnya memberikan pengetahuan yang benar pada masyarakat umum, ternyata memiliki pengetahuan yang tidak benar.

Pencegahan kanker hati harus dilakukan dengan cara yang benar. Tidak ada jalan lain kecuali mendeteksi dan mengobatinya sedini mungkin, demikian kata dokter Hsu Chin Ch’uan. Tetapi ironisnya, ternyata dokter yang menangani kanker hati juga bisa memiliki pandangan yang salah, bahkan menyesatkan masyarakat, inilah penyebab terbesar kenapa kanker hati sulit untuk disembuhkan.

Saat ini ada seorang pasien dokter Hsu yang mengeluh bahwa selama satu bulan terakhir sering mengalami sakit perut dan berat badannya turun sangat banyak. Setelah dilakukan pemeriksaan supersound baru diketemukan adanya kanker hati yang sangat besar, hampir 80% dari livernya (hati) sudah termakan habis. Pasien sangat terperanjat, Bagaimana mungkin? Tahun
lalu baru melakukan medical check-up dan hasilnya semua normal.
Bagaimana mungkin hanya dalam waktu satu tahun yang relatif singkat bisa tumbuh kanker hati yang demikian besar?
Ternyata check-up yang dilakukannya hanya memeriksa fungsi hati.
Hasil pemeriksaan juga menunjukkan normal.
Pemeriksaan fungsi hati adalah salah satu item pemeriksaan hati yang paling
dikenal oleh masyarakat. Tetapi item ini pula yang paling disalahpahami oleh masyarakat kita.
Pada umumnya orang beranggapan bahwa bila hasil index pemeriksaan fungsi hati menunjukkan angka normal berarti tidak ada masalah dengan hati.
Tetapi pandangan ini mengakibatkan munculnya kisah-kisah sedih karena hilangnya kesempatan mendeteksi kanker sejak stadium awal.

Dokter Hsu mengatakan, GOT dan GPT adalah enzim yang paling banyak ditemui di dalam sel-sel hati. Bila terjadi radang hati atau karena satu dan sebab lain sehingga sel-sel hati mati, maka GOT dan GPT akan lari keluar. Hal ini menyebabkan kandungan GOT dan GPT di dalam darah meningkat.Tetapi tidak adanya peningkatan angka GOT dan GPT bukan berarti tidak terjadi pengerasan pada hati atau tidak adanya kanker hati. Bagi banyak para penderita radang hati, meski kondisi radang hati mereka telah berhenti, tetapi dalam hati (liver) mereka telah terbentuk serat-serat dan pengerasan hati. Dengan terbentuknya pengerasan hati, maka akan mudah sekali untuk timbul kanker hati.

Selain itu, pada stadium awal kanker hati, index hati juga tidak akan mengalami kenaikan. Karena pada masa-masa pertumbuhan kanker, hanya sel-sel di sekitarnya yang diserang sehingga rusak dan mati. Karena kerusakan ini hanya secara skala kecil maka angka GOT dan GPT mungkin masih dalam batas normal, katakanlah naik pun tidak akan terjadi kenaikan yang tinggi. Tetapi oleh karena banyak orang yang tidak mengerti akan hal ini sehingga
berakibat terjadilah banyak kisah sedih.

Penyebab utama kerusakan hati adalah :

1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab utama.
2. Tidak buang air di pagi hari.
3. Pola makan yang terlalu berlebihan.
4. Tidak makan pagi.
5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.
6. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat pewarna, pemanis buatan.
7. Minyak goreng yang tidak sehat.
Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng saat menggoreng makanan, hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil. Jangan mengkomsumsi makanan yang digoreng bila kita dalam kondisi penat, kecuali dalam kondisi tubuh yang fit.
8. Mengkonsumsi masakan mentah (sangat matang) juga menambah beban hati. Sayur mayur dimakan mentah atau dimasak matang 3 – 5 bagian. Sayur yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan.

Kita harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Cukup atur gaya hidup dan pola makanan sehari-hari. Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan jadwalnya.

Sebab:

Malam hari pk 9 – 11 : adalah pembuangan zat-zat tidak berguna/beracun (de-toxin) di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang
tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan.

Malam hari pk 11 – dini hari pk 1 : saat proses de-toxin di bagian hati,harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.

Dini hari pk 1 – 3 : proses de-toxin di bagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur.

Dini hari pk 3 – 5 : de-toxin di bagian paru-paru. Sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernafasan, maka tak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.

Pagi pk 5 -7 : de-toxin di bagian usus besar, harus buang air di kamar kecil.

Pagi pk 7 – 9 : waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 6:30. Makan pagi sebelum pk 7:30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap merubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9 -10 daripada tidak makan sama sekali.

Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah. Sebab itulah, tidurlah yang nyenyak dan jangan bergadang.

source : http://kaskus.us/

three wishes

ulang tahun ke-18? kata orang amrik, umur 18 is such a big deal.. istilahnya uda dianggap adult alias dewasa.. umur 18 kayak segala2nya.. mesti dirayain.. tapi akuw kug gak mood ngerayain ya? i’m not a party girl..

 

akuw cuma punya tiga harapan yang semoga bisa kecapai di umurku ke-18!

1. Panjang Umur

2. Sehat Sentosa

3. Sukses Selalu

 

udah..simpel..itu ajja..gak usah muluk2 ah!!

tiga harapan itu udah berarti macem2 buatku..

panjang umur berarti Allah yang selalu menemani dan melindungiku dari segala mara bahaya..

sehat selalu berarti Allah yang selalu melimpahi rahmat dan karunia kesehatan yang tiada tara artinya bagiku..

dan,

sukses berarti apa yang akuw impikan jadi kenyataan.. dan akuw punya banyak mimpi.. salah satunya adalah target nembus UI ato UGM!!!! (langsung membara nih!) dan tentunya lulus Try Out UAN n UAN (otomatis!)

 

Amien Ya Robbal Alamien

Moga Allah mendengar dan mengabulkan doaku..

:)

 

P.S. Makasih buat semuaaaaaaa teman-temanku di seluruh penjuru dunia yang uda gak brenti2 ngirim message,e-mail,wall,maupun testimoni ulang tahun ke akuw.. I love u, guys! (kisses) muahahaha.. lol

Innalillahi Wa Inna Illaihi Roji’un

Innalillahi Wa Inna Illaihi Roji’un!

Ya’Allah.. Ya’Allah.. Ya’Allah..

sekarang akuw lagi di perpus, ngerjain tugas investigasi buat laporan akhir bulan di kelas Social Problems.. sekalian ajja akuw nge check e-mailku.. eh ada e-mail dari Facebook! Ternyata Onny kirim message ke akuw.. isinya adalah Kharisma Nusantara meninggal dunia.. Innalillahi..

 

akuw super kaget bin gak percaya.. akhirnya akuw langsung check daftar online ku dan akuw nemu bimo lagi online.. akhirnya akuw tanya sekalian apa bener berita itu.. eh bimo bilang iya.. Ya’Allah Gusti.. ini kan musim UAN.. kenapa harus ada kecelakaan motor lagi??? Bimo bilang, sore ini emang lagi ujan deres di Kediri n bahaya kalo ngebut.. Kharisma Nusantara meninggal karena kecelakaan motor.. Ya’Allah padahal ini masih hari pertama UAN.. masih ada hari-hari selanjutnya.. Ya’Allah.. Ampuni dosa-dosa temanku itu.. Jauhkanlah dia dari siksa kubur dan siksa api neraka.. Semoga Engkau Yang Maha Pemurah mengampuni segala dosa-dosanya selama hidup di dunia dan menerima semua amal baiknya di dunia.. Amien Ya Robbal Alamien..

 

Teman-temanku.. Bagi siapa ajja yang baca postinganku ini, akuw turut minta doanya sedalam-dalamnya buat temanku, Kharisma Nusantara (Kaka) yang wafat hari ini, Senin, 20 April 2009.. Mohon doa untuknya agar lancar jalannya menuju ke hadirat Allah SWT.. Amien..

 

Selamat Jalan Ka..

I’m proud of being an Indonesian!

KORAN TEMPO
Rubrik Laporan Utama
Edisi 2007-8-19

 

Melawan Stigma dengan Kinerja


Aroma gulai itu begitu menggoda. Sedap-gurihnya membangunkan Mohammad Tri Haryanto dari tidurnya pada suatu pagi. Haryanto kenal betul itu pasti aroma gulai khas bikinan ibunya. “Tapi tak mungkin. Mana ada yang berjualan gulai di sekitar sini,” ujarnya di seberang telepon, Selasa lalu.
Haryanto, laki-laki Madura 25 tahun itu, enam bulan ini tinggal di sebuah apartemen di kawasan Tampines di Singapura. Sebelumnya, ia melanglang buana dari Paris, Atlanta, Dubai, sampai Riyadh selama dua tahun terakhir. Lulusan terbaik Teknik Arsitektur Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Surabaya pada 2005 itu mengaku sangat menikmati kemudahan yang ditawarkan kota-kota besar yang pernah ditinggalinya beberapa waktu itu. Tempat-tempat yang pernah ditinggalinya di luar negeri itu jauh lebih nyaman dan memudahkan semua urusannya ketimbang Indonesia. “Di Jakarta, akses Internet saja lamban.” Padahal akses Internet sangat dibutuhkan untuk pekerjaannya sehari-hari.

 
Meski begitu, “Bagi saya, kota terbaik di dunia tetap Jakarta, Bandung, dan Surabaya,” ujar perancang produk itu, serius. Karena itu, ia selalu ingin pulang. Ikatan emosionalnya dengan ketiga tempat itu selalu membuatnya ingin kembali, meski tak bisa tinggal terlalu lama. Ikatan emosi dengan tanah air itu pula yang dirasakan Muhammad Danang Birowosuto, yang tujuh tahun tinggal di Belanda. Kehidupan di Groningen dan Delft, tempatnya mengambil gelar master dan program doktoral, diakui lebih teratur. Tapi kehangatan dan kemudahan tinggal di Indonesia membuatnya kangen pulang. “Mau makan, tinggal pergi ke warung. Di sini, mana bisa?” ujar lulusan terbaik Institut Teknologi Bandung itu Rabu lalu melalui telepon. Ikatan emosional itu pula yang membuat mereka melakukan apa pun ketika orang-orang di sekitarnya merendahkan Indonesia. Citra buruk tentang Indonesia harus mereka hadapi setiap waktu. “Menyakitkan,” kata Danang. Di Timur Tengah, Singapura, dan Hong Kong, Indonesia kerap dicitrakan sebagai negeri miskin penuh orang-orang tak terdidik. “Orang-orang di Dubai tidak mengakui kualitas orang Indonesia,” ujar Haryanto. Citra itu, kata Haryanto, terbentuk lantaran banyaknya pekerja kasar dan pekerja sektor informal asal Indonesia yang bekerja di Jazirah Arab.

 
Ketika Haryanto bekerja dengan kualitas yang baik, orang-orang di Dubai dan Riyadh tak percaya ia orang Indonesia. Teman-teman Haryanto menyangkanya berasal dari Malaysia. “Saya sampai mengeluarkan paspor dan kartu identitas untuk meyakinkan mereka,” ujar pemenang kontes berbagai desain produk dari berbagai negara itu. Setelah orang-orang percaya Haryanto dari Indonesia, mereka tidak percaya kemampuan kerja yang diperolehnya berasal dari sekolah di Indonesia. Mereka menduga Haryanto lulusan Inggris atau negara Eropa lainnya.

 
“Ada untungnya saya sekolah seratus persen di Indonesia.” Pendidikan yang semuanya diperoleh di Indonesia membantunya menjelaskan bahwa Indonesia pun bisa menghasilkan orang-orang berkualitas. Padahal, kata Haryanto, di Eropa–yang memandang Indonesia sebagai negeri terbelakang–orang-orang tidak peduli dengan ijazah dan asal-usul pendidikannya.

 
Yang dilihat hanyalah kinerjanya yang baik dan karya-karyanya yang memenangi berbagai kontes desain produk internasional. Desain-desain merek dan produknya menjadi tiket untuk meraih kepercayaan atas kemampuannya. Tekanan dan berbagai sikap merendahkan dirasakan Haryanto relatif lebih berat di Timur Tengah dan Singapura. Ia berusaha melawan pandangan negatif dengan berbagai cara. Dengan penjelasan, kinerja yang baik, hingga tindakan yang kasar pun terpaksa dijalaninya. Ia pernah menendang mobil orang yang merendahkannya sampai penyok dan dilaporkan ke polisi. Beruntung, sponsornya, Ar Rajh, kelompok usaha terkemuka di Riyadh, Arab Saudi, banyak membantunya sehingga urusan tak berlanjut. “Kalau saya pekerja kasar dan Ar Rajh bukan perusahaan ternama, sepertinya bisa jadi masalah serius.”

 
Haryanto berhasil mengubah pandangan teman-teman kerjanya di Singapura lantaran tangan dinginnya. Makin hari makin banyak klien yang menggunakan jasa perusahaannya. Yang pernah menggunakan jasa, memperpanjang kontrak. “Mereka bilang Indonesia ternyata bukan sekadar keripik pisang,” ujar perancang halte bus di Beijing itu.

 
Keripik pisang Indonesia di Singapura terkenal enak dan relatif murah. Keripik pisang pula yang kerap dibawa Haryanto ke luar negeri, selain batik yang memang jauh lebih menawan ketimbang batik Malaysia. Barang-barang itu sengaja dipilih mengingat produk barang dan jasa dari Indonesia umumnya kalah bersaing di pasar dunia. “Saya gunakan pendekatan ‘budaya’,” ujar Haryanto, yang merancang kursi Bandara Changi dan Beijing itu. Tapi toh keripik pisang pun dijadikan “bahan” untuk merendahkan Indonesia.

 
Akan halnya Danang, ia menghadapi citra tentang orang Indonesia yang dipandang sangat ceroboh, tidak kritis, minder jika dicela, dan kurang berusaha. Apa pun dihubungkan dengan citra itu. Kecelakaan-kecelakaan di bidang transportasi, dilarang terbangnya maskapai Indonesia di Eropa, misalnya, menguatkan citra itu. “Jelas saja begitu. Kalian kan sangat ceroboh,” ujar kandidat doktor teknik nuklir Universitas Teknik Delft, Belanda, itu menceritakan komentar teman-temannya. Danang paham, tak mudah mengubah citra itu. Namun, ide-ide dalam banyak kertas kerjanya sangat membantunya mengikis pandangan negatif itu. Anggapan dosen dan teman-temannya berubah total ketika ia menciptakan kristal pendeteksi radiasi terbaik di dunia.

 
Kristal karya Danang dipatenkan perusahaan Prancis, Saint Gobain, dan digunakan oleh wahana luar angkasa milik Amerika Serikat untuk memetakan permukaan planet Merkurius. Amerika juga akan menggunakannya dalam perjalanan ke Phobos, Eropa, dan Jupiter. Kristal itu juga bisa digunakan untuk pemindaian computed tomography (CT scan), positron emission tomography (PST scan), dan mendeteksi minyak bumi. Sejak ia menciptakan pemindai itu, “Mereka mulai memandang (kemampuan) saya, memanggil saya ‘profesor’,” kata Danang. Itu sekadar panggilan “main”, tapi sarat pengakuan atas kemampuannya. Meski melampaui kemampuan sejawatnya di sekolah teknik terbaik di Belanda itu, kehadiran “imigran” seperti Danang tetap tidak terlalu dikehendaki. Setengah mengusir, orang-orang di sekitarnya selalu menanyakan kapan ia kembali ke Indonesia. “Saya selalu menjawab akan pulang 10 tahun lagi.” Padahal ia tidak berminat tinggal di sana. Jika boleh memilih, ia ingin berkarier di Jerman, Belgia, atau Amerika Serikat.

 

Beberapa universitas di Belanda sebenarnya bisa menerimanya. Syaratnya “hanya” pindah kewarganegaraan. “Tidak. Sayang.” Ia tegas menolak syarat itu, meski dua universitas di Indonesia yang dilamarnya sebagai tempat mengajar jelas-jelas menampiknya dengan alasan tidak ada lowongan.
Di Hong Kong, Moh. Fanani menghadapi stigma “orang Indonesia terbelakang, anti-Cina, teroris dan Islam radikal, serta penggemar poligami”. “Buruk sekali,” ujar lelaki Ngawi, Jawa Timur, 37 tahun, itu melalui surat elektroniknya, Rabu lalu. Warga Hong Kong juga menganggap semua orang Indonesia penurut, meski dilanggar haknya. Tercatat 110 ribu pekerja rumah tangga asal Indonesia digaji 40 persen lebih rendah daripada gaji yang ditetapkan pemerintah setempat. Ini merugikan pekerja Indonesia sekitar US$ 48 juta per tahun. Pemerintah Indonesia, kata Fanani, malah menjadikannya sebagai alat untuk menaikkan posisi tawar agar dapat mengirim buruh lebih banyak lagi.

 
Melalui tabloid Suara, yang digarap bersama dua anggota stafnya, Fanani berusaha menyadarkan pekerja Indonesia akan hak-haknya. Saban dua pekan, Suara, yang bertiras 35 ribu eksemplar–terbesar untuk media cetak berbahasa Indonesia di sana–menyajikan tulisan yang memuat perkembangan pekerja Indonesia dan aturan perburuhan Hong Kong. Setelah 4 tahun ditanganinya, Suara–terbit 40 halaman dari semula 16 halaman–menjadi referensi bagi pemerintah setempat. Fanani pun senang karena makin banyak buruh asal Indonesia yang berani melawan praktek pembayaran gaji rendah melalui jalur hukum. “Saya ingin mereka maju dan mengerti haknya.”

 
Soal stigma anti-Cina, tempat teroris, Islam radikal, dan penggemar poligami, ia menjelaskannya dengan sabar setiap kali ada yang menanyainya. Ia menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia mengenal baik komunitas Tionghoa Indonesia, yang jumlahnya 19 juta atau tiga kali lipat warga Hong Kong, tidak semua orang Indonesia setuju poligami, dan hanya segelintir umat Islam yang menjadi pengebom. “Mereka tidak punya banyak pengetahuan tentang Indonesia.”

 
Citra buruk Indonesia akan terus dihadapi orang-orang seperti Haryanto, Danang, dan Fanani selama Indonesia belum beranjak dari berbagai masalah yang membelit. Tapi mereka melawan dan membersihkan stigma itu dengan kinerjanya, dengan caranya sendiri. ENDRI KURNIAWATI | OKTAMANDJAYA WIGUNA

 
Melontar Yo-yo, Menggaet Pelancong

 

Komunitas yo-yo dunia mengenal Oke Rosgana, 31 tahun, tak cuma jago bermain. Pegawai kontrak di bagian promosi pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Subang, Jawa Barat, itu juga pembuat rancangan gambar yo-yo untuk perusahaan-perusahaan penghasil yo-yo ternama dunia.

 
Dave’s Skill Toys di Amerika Serikat; Duncan dan Highspin di Inggris; Radiyoactive di Afrika Selatan; serta Toko Turf dan RozzoR adalah pengguna gambar rancangan Oke. Terpikat rancangan gambarnya, beberapa perusahaan menawarinya pekerjaan di luar negeri. Tapi ia tetap memilih Subang.

 
“Biar setiap orang melihat karya saya dan Indonesia-nya,” kata Oke. Menurut dia, kampanye memperbaiki citra Indonesia harus terus dilakukan. Terutama setelah terjadi ledakan bom, kata dia, Indonesia dipandang sebelah mata dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia. Bahkan di dunia yo-yo sekalipun.

 
Master yo-yo Steve Brown, kata Oke, sempat tak percaya ada pemain yo-yo dari Indonesia. Steve pernah mendengar nama Oke, tapi tidak menyangka berasal dari Indonesia hingga peserta Asia Pacific Yo-yo Contest membawa cerita soal dirinya.

 
Oke yakin melalui yo-yo dan rancangannya ia bisa membantu memperbaiki citra Indonesia. “Setidaknya mereka bisa memiliki pandangan yang lebih baik tentang Indonesia,” ujarnya.

 
Cara lain Oke mempromosikan Indonesia adalah menyebar brosur dan membawa video pariwisata Subang jika pergi ke luar negeri untuk keperluan yo-yo. Ia mengakui tak mudah memulihkan pariwisata Indonesia. Banyak pelancong asing mengalami trauma. Tapi usahanya menarik perhatian komunitas yo-yo internasional terhadap Indonesia sedikit-banyak berhasil. Ketika bencana gelombang tsunami menghajar Aceh, Oke menerima banyak surat elektronik dan telepon yang menanyakan kondisi keluarganya dan Indonesia. Perusahaan yo-yo tertua di Amerika, Duncan, pun tanpa ragu mensponsori kontes yo-yo yang digelar Oke di Ancol, Jakarta, Ahad mendatang.

 
Jika acara di Ancol sukses, Oke berniat menggelar kontes yo-yo se-Asia-Pasifik. Meski se-Asia-Pasifik, kata Oke, kontes yang diselenggarakan di tempat umum ini biasanya diikuti penggila yo-yo sedunia. “Saya ingin mengenalkan yo-yo, sekaligus menggiring orang ke Indonesia.” ENDRI KURNIAWATI | OKTAMANDJAYA WIGUNA

 

© Copyright KORANTEMPO.COM 2009

Renungan untuk para ayah dan calon ayah

Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta , tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya.

Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.

“Kok, belum tidur ?” sapa Andrew sambil mencium anaknya.

Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika
ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab,

“Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?”

“Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?”

“Ah, enggak. Pengen tahu aja” ucap Sarah singkat.

“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja. Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?”

Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara
Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak
menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya.

“Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong” katanya.

“Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur” perintah Andrew

Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,
Sarah kembali bertanya, “Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?”

“Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah”.

“Tapi Papa…”

Kesabaran Andrew pun habis. “Papa bilang tidur !” hardiknya mengejutkan
Sarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.

Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata,
“Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang
malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp. 5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih” jawab Andrew

“Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini”.

“lya, iya, tapi buat apa ?” tanya Andrew lembut.

“Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga
puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga.

Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp. 15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp. 5.000,- makanya aku mau pinjam dari Papa” kata Sarah polos.

Andrew pun terdiam. Ia kehilangan kata-kata.

Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru
menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup
untuk “membeli” kebahagiaan anaknya.

Para Ayah … Jangan Lupa .. Anak anda harta yang tak pernah bisa tergantikan nilainya !!!

Ibu yang Melahirkan ketika Otak Sudah Mati Dua Hari

Dalam kondisi antara hidup dan mati akibat tumor otak, Jayne Soliman berhasil melahirkan bayi perempuan. Si jabang bayi itu kini berada dalam kondisi sangat sehat.

MAHMOUD Soliman seperti terombang-ambing antara dua kutub yang berseberangan, bahagia sekaligus berduka. Pria Mesir itu bungah karena baru saja mendapatkan anak, seorang bayi perempuan yang diberi nama Aya Jayne, Sabtu akhir pekan lalu. Tapi, pada saat yang sama, dia harus menangis karena istri tercinta, Jayne Soliman, menutup mata untuk selamanya.

“Jayne sangat ingin menjadi ibu. Dan saya yakin, dia akan menjadi ibu yang hebat,” katanya kepada Daily Mail di kediaman mereka di Bracknell, Berkshire, Inggris.

Meski sangat berduka, Mahmoud patut berbangga kepada mendiang istrinya itu. Sebab, ketika melahirkan Aya Jayne secara caesar, perempuan 41 tahun yang bernama gadis Jayne Campbell tersebut bisa dibilang berada dalam kondisi antara hidup dan mati. Betapa tidak, dia sudah dinyatakan mati otak selama dua hari akibat tumor. Dia belum dinyatakan mati hanya karena jantungnya masih berdetak berkat dukungan mesin.

Kondisi Jayne itu tak berpengaruh kepada bayi di dalam rahimnya yang sudah berusia sekitar 26 pekan. Tim dokter John Radcliffe Hospital di Oxford yang menangani kasus tersebut melihat masih ada kesempatan bagi Jayne untuk melahirkan sang putri.

Karena itu, tanpa menunggu lebih lama, dokter menyuntikkan sejumlah besar steroid ke tubuh Jayne. Tujuan utamanya adalah membantu perkembangan paru-paru si bayi sehingga bisa tetap bernapas, meski kondisi sang ibu tidak stabil. Asupan steroid tersebut terus diberikan selama 48 jam. Setelah waktunya dirasa tepat, dokter lantas membedah perut Jayne untuk membantu kelahiran Aya.

Begitu proses persalinan usai, Mahmoud memperlihatkan Aya kepada Jayne, meski Jayne berada dalam keadaan tidak sadar. Dalam momen penuh haru itu, tangan ibu dan anak tersebut saling bersentuhan. Aya yang beratnya hanya 1,3 kilogram juga dibaringkan sebentar di bahu Jayne.

Sejenak mencecap kebahagiaan keluarga kecilnya, bapak baru tersebut lantas mengembalikan Aya ke ruang perawatan intensif. Selanjutnya, dia kembali ke kamar Jayne untuk menikmati kebersamaan terakhir mereka. Pria 29 tahun yang mengaku jatuh cinta kepada sang istri pada pandangan pertama itu seolah enggan berpisah. Dengan berlinang air mata, dia harus melepas kepergian sang istri dengan mematikan mesin penopang jantung. Itu harus dilakukan karena kondisi Jayne memang sudah tak mungkin untuk bertahan lebih lama lagi.

“Biasanya, saya yang selalu mengatakan kepada Jayney (panggilan sayang Mahmoud untuk Jayne), ‘Jika saya mati, lakukanlah ini.’ Dia biasanya menjawab, ‘Jangan mati dan meninggalkan saya sendiri.’ Tapi, justru dia yang meninggalkan saya duluan,” tutur Mahmoud. Pada hari itu juga, Jayne yang juara free skating Inggris pada 1989 dimakamkan di Reading, Berkshire, dengan dihadiri sekitar 300 teman dan kerabat.

Mempunyai anak perempuan, kata Mahmoud, adalah impian Jayne sejak mereka menikah pada Mei 2007. Mereka kali pertama bertemu di Abu Dhabi saat Jayne mengajar skating di sana.

Sempat mengalami keguguran di awal pernikahan, Jayne benar-benar antusias ketika dinyatakan hamil lagi. Dia berusaha keras menjaga agar kehamilan yang kedua itu baik-baik saja sampai saat melahirkan tiba. “Saya masih ingat USG pertama putri kami. Kami sangat senang dan berpelukan sambil menangis bahagia,” paparnya.

Tapi, Tuhan berkehendak lain. Awal pekan lalu, setelah melatih anak-anak didiknya di Bracknell Skating Club, malamnya dia tiba-tiba kolaps dan Mahmoud langsung melarikan Jayne ke rumah sakit dengan helikopter ambulans.

“Di saat-saat terakhir, jantungnya tetap berdetak demi anak kami. Saya tahu, dia tidak pernah menyerah. Dan saya akan memberitahukan itu pada putri kami. Saya akan mengatakan bahwa dia punya ibu yang sangat tulus menyayanginya,” tegas Mahmoud.

Aya -yang diambil dari Alquran dan berarti keajaiban- kini berada dalam kondisi sangat sehat di rumah sakit. “Perkembangan Aya sangat menggembirakan. Saya yakin dia akan tumbuh menjadi gadis yang sehat, kuat, dan cerdas,” kata David Phillips yang bersama sang istri, Lucine, bersahabat dengan Mahmoud dan Jayne.

 

( dikutip dari Jawa Pos edisi Rabu, 14 Januari 2009 )