Radar Kediri – Eid Al Adha


Minggu (7/12), Buffalo High School Arts Magnet Program menggelar pementasan terbesar di musim dingin. Perpaduan siswa Arts Magnet dari paduan suara, tari, lukis, hingga drama. Pementasan ini tentang abad ke-16. Diadakan di ballroom kafetaria. Tiketnya USD 5 untuk siswa dan USD 8 untuk dewasa. Saya datang bersama Melissa dan host family-nya.

Pertunjukan dimulai pukul dua siang. Kafetaria sudah disulap dan didekorasi seperti layaknya abad ke-16. Di pintu masuk sudah disambut beberapa orang dengan pakaian dan kostum abad ke-16. Begitu pula grup orkestra sekolah yang menyambut dengan beberapa lagu. Pagelaran berlangsung dua hari, Sabtu dan Minggu. Namun saya hanya datang pada Minggunya, sekalian menyaksikan teman-teman yang sebagian besar ada di pementasan.

Orang-orang yang hadir dalam acara itu diperlakukan layaknya rakyat di abad ke-16. Seperti memanggil dengan sapaan ‘lady’ untuk perempuan. Masuk ke kafetaria, meja-meja sudah dibentuk sedemikian rupa seperti di istana kerajaan abad 16. Di depan sudah ada meja-meja panjang dan besar yang bertingkat-tingkat dan dibuat seperti meja para raja dan ratu. Pelayan-pelayan dan semua yang ada di dalamnya berpakaian laiknya abad 16.

Kami semua dibuat terhanyut. Mau makan cheese cake dan minum kopi saja dibuat seragam, diiringi lagu, dan dipimpin para raja dan ratu layaknya undangan makan malam kerajaan. Pementasan kali itu benar-benar menakjubkan dan membuat saya merenung: kapan pementasan drama sekolah di Indonesia bisa dibuat seperti itu.

Hari itu, saya juga sudah memastikan waktu salat Idul Adha di website Islamic Center of Minnesota. Waktunya masih sama seperti saat saya salat Idul Fitri di sana. Sekitar pukul 7.30 pagi. Namun ketika saya beranjak meminta tolong host family untuk mengantar ke Brooklyn Park tempat masjid saya salat, eh.. Allah berkata lain. Hari itu saya tidak bisa salat karena sedang berhalangan. Host dad yang siap mengantar pun tidak jadi.

Saya membuka e-mail dan menerima banyak ucapan dari teman-teman di Indonesia. Sejenak teringat kampung halaman, namun masa-masa homesick saya sudah sedikit reda dibanding Ramadan dan Lebaran lalu.

Lebaran lalu alhamdulillah saya masih bisa melakukan salat id di masjid Islamic Center of Minnesota, Brooklyn Park, Minneapolis. Host family baik sekali mau mengantar ke Minneapolis yang jaraknya 45 menit dari Buffalo. Karena salat id dimulai pukul 7.30 maka saya berangkat dari rumah pukul enam pagi. Saya pun sudah siap dengan jilbab pink saya, mukena, dan tas sekolah. Hari itu saya berencana langsung ke sekolah setelah salat id dan hanya membolos kelas pertama.

Sampai di masjid di Islamic Center, masih sepi dari jamaah. Hari itu masih lumayan gelap meski sudah hampir jam tujuh pagi. Saya pun bertanya-tanya, ke mana jamaah lainnya. Sebab, saya adalah jamaah pertama yang datang. Sejenak saya memandang bangunan besar di depan. Bentuknya tidak seperti masjid umumnya di Indonesia. Ada kubah berukuran sedang di atas pintu masuk dan tulisan ‘Islamic Center of Minnesota’. Teras pun di dalam bangunan. Dan ada cukup luas tempat parkir mobil.

Setelah menunggu sejenak, beberapa jamaah datang bersama keluarga mereka. Saya pun teringat Lebaran tahun lalu yang masih bersama keluarga dan nenek -yang meninggal satu bulan sebelum saya berangkat.

Saya masuk ke dalam masjid, host mom dan host dad akan menjemput saya setelah salat id usai. Saya memerhatikan sejenak para jamaah yang ada. Mereka rata-rata memakai jas dan sepatu. Mayoritas jamaah yang hadir dari timur tengah, tepatnya Pakistan dan Somalia. Bangunan tempat saya salat waktu itu cukup besar, sebesar aula SMAN 2 Kediri.

Beberapa jamaah ikut membantu membentangkan karpet ke separuh ruangan. Jamaah laki-laki ada di depan dan belakang imam. Sedangkan jamaah perempuan di belakang mereka, terpisah lumayan jauh. Untuk pertama kalinya selama di Amerika, akhirnya saya mendengar azan dan takbir yang sudah lama saya rindukan. Setelah salat, kami mendengar khotbah dari imam. Dari aksennya, sepertinya bukan orang Amerika asli. Saya perhatikan, mayoritas jamaah adalah imigran.

Saya bertemu Komar Ali, yang tidak disangka ternyata juga exchange student dari Pakistan namun berbeda organisasi dan program dengan saya. Dia mengira saya exchange student dari Yaman. Akhirnya kami berkenalan dan salat bersebelahan. Saya baru sadar bahwa saya satu-satunya jamaah perempuan yang memakai mukena, jamah lain hanya memakai baju muslim mereka. Bahkan Komar Ali bertanya pada saya soal ‘pakaian’ yang saya kenakan itu. Saya berharap bisa bertemu dia lagi saat salat Idul Adha, namun sayang saya berhalangan kali ini.

Saya pun ingin sekali bertemu dengan Racha. Siapa dia? Begini ceritanya. Ramadan lalu, ketika saya menunggu maghrib tiba, tetangga saya, Gary Strode, berkunjung ke rumah. Beliau juga merupakan host family dari Levente Buda, siswa AFS dari hungaria. Tak disangka, sore itu Gary datang dengan satu tas sedang untuk saya. Saya pun langsung kaget dan terhenyak begitu melihat isi dari tas tersebut. Jadwal salat dan Ramadan, satu bungkus halal marshmallow, kue kering satu toples, dan satu toples kurma. Subhanallah. Saya tak henti-henti berterimakasih pada Gary.

Gary bilang bahwa itu semua pemberian dari Racha. Saya pun merasa asing dengan nama itu. Saya baru tau siapa Racha setelah Gary menuturkan pada saya bahwa dia adalah muslimah yang tinggal di Minneapolis dan saat ini menjadi klien Gary yang bekerja sebagai arsitek.

Saat ini Gary sedang mengerjakan proyek pembangunan masjid baru di Minneapolis atas prakarsa Racha. Ketika bertemu Gary dan membicarakan proyek masjid itu, Gary menyinggung tentang saya. Lalu muslimah baik hati yang bahkan saya tidak kenal dan tidak pernah bertemu itu menitipkan satu tas penuh makanan halal untuk saya. Semoga suatu hari, saya bisa membalas kebaikan hatinya sebelum kembali ke Indonesia. Selamat Hari Raya Idul Adha pembaca Radar Kediri!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s