Radar Kediri – Disney World Part Three


Masih penasaran dengan taman hiburan lain Disney? Hari kedua (26/1) petualangan saya di Disney World berlanjut ke Disney Hollywood Studios. Kalau di Disney Animal Kindom simbolnya pohon raksasa, Disney Hollywood Studios simbolnya adalah topi sihir Mickey berwarna biru dengan ukuran raksasa. Suasana di Disney Hollywod Studios dibuat menyerupai jalanan di Amerika. Ada yang namanya American Street, dan toko yang menjual oleh-oleh khas Disney yang harganya amit-amit. Kami pun ikut menyaksikan pawai karakter Disney yang diiringi nyanyian dan tari-tarian lalu bergegas menuju ke konser High School Musical 3 di ujung American Sreet, dekat downtown Manhattan Disney. Tentunya bukan High School Musical 3 yang sebenarnya. Ciri khas Disney dalam menampilkan show adalah mengajak penonton untuk ikut serta menghibur penonton lainnya lalu mereka yang berani maju akan mendapat kenang-kenangan dari Disney. Disney selalu melibatkan penontonnya untuk ikut andil dalam setiap pertunjukkannya. Disney juga memberi tiket gratis ke manapun taman hiburan Disney di hari ulang tahun kita. Beberapa orang berseliweran dengan pin besar di dada mereka bertuliskan “Happy Birthday” lalu ada tempat di pin tersebut untuk menuliskan nama. Saya dan Brianna juga meminta pin yang bertuliskan “My First Visit”. Gratis. Lumayan, dengan memakai pin itu, orang-orang jadi jauh lebih ramah, hehe.

Disney World, tiada hari tanpa roller coaster. Salah satu roller coaster terkenal di Disney Hollywood Studios adalah Rock n Rollercoaster.  Salah satu roller coaster tercepat yang pernah ada, dan menjadi rollercoaster favorit Host Dad. Ini adalah rollercoaster indoor (di dalam ruangan). Di depan pintu masuk menuju wahana ini, ada gitar merah besar sekali yang mendominasi depan bangunan. Salah satu maskot dari Rock n Rollercoaster adalah salah satu band rock terkenal dari Amerika, Aerosmith. Setelah mengantre kurang lebih satu jam, kami masuk ke ruang rekaman Aerosmith. Dibuat menggunakan efek 3D, sehingga terasa kita berhadapan dengan ruangan tempat Aerosmith rekaman.  Video dimulai dengan Aerosmith yang menyapa para rocker, lalu manager mereka yang tiba-tiba datang dan mengingatkan mereka bahwa mereka sudah terlambat untuk konser. Namun Aerosmith merasa tidak enak hati meninggalkan para ‘rocker’ yang sedang berada di ruangan rekaman mereka (baca:kami). Akhirnya, sang manager menyiapkan sebuah mobil bekas super lecet namun super cepat untuk kami para rocker, yakni rock n rollercoaster. Pintu langsung menjeblak terbuka dan kami siap ber-rock n roller coaster.

Sabuk pengaman ekstra melingkari separuh tubuh kami, yang berarti roller coaster ini akan berputar-putar 360 derajat, tentunya dengan kecepatan sangat tinggi. Di depan kami hanya ada lubang gelap, terdengar suara rock dari Aerosmith yang meneriakkan hitungan mundur. Lalu roller coaster kami melesat secepat cahaya. Yang paling asyik adalah di awal, dari keadaan diam atau kecepatan sama dengan nol, lalu kami langsung meluncur dengan kecepatan sangat tinggi sehingga tubuh terasa tertarik ke depan. Lalu tubuh terbawa liukan rollercoaster yang berputar cepat dan menikung dengan tikungan yang sangat tajam. Karena ini adalah indoor roller coaster, keadaan gelap gulita dan hanya terlihat lampu-lampu di lintasan maupun papan-papan penunjuk jalan. Roller coaster paling cepat yang pernah saya coba, tidak ada tiga menit kami sudah kembali ke pintu masuk. Seketika itu saya langsung ingin mencoba lagi.

Enaknya di Disney, kalau kita sudah pernah masuk ke wahana dan ingin mengulang lagi, kita tidak perlu antre seperti orang-orang yang baru pertama kali naik ke wahana tersebut. Kita cukup meminta fast pass. Lalu tinggal kembali di jam fast pass dan langsung naik ke wahana tanpa antre. Akhirnya kami mengambil fast pass dan kembali lagi setelah kami mencoba Hollywood Tower.

Berdampingan dengan rock n rollercoaster, ada wahana lumayan seru yang namanya Hollywood Tower. Ini adalah wahana di dalam sebuah hotel berlantai 13 dengan suasana gelap dan mistis. Karena ini adalah wahana dengan tantangan ketinggian, Host Dad langsung berkeringat lagi, hehehe. Brianna juga tidak fanatik dengan wahana yang menjatuhkan penonton dari lantai 13. Wahananya seperti ini, di awal akan ada video pendek tentang kisah sebuah keluarga yang terbunuh di dalam lift. Lalu setelah dibumbui dengan video tadi, kami masuk ke dalam lift seperti keluarga yang terbunuh tadi. Bedanya, lift ini ada tempat duduknya. Karena Brianna dan Host Dad sedikit ketakutan, akhirnya kami memilih bangku paling belakang. Karena kalau bangku paling depan, ketika lift terjatuh, beberapa jendela di depan lift akan membuka dan akan terlihat pemandangan dari lantai 13 yang berarti KETINGGIAN.

Pintu lift tertutup. Sabuk pengaman terpasang rapi. Lift bergerak masuk ke sebuah ruangan horor. Lalu ada siluet arwah keluarga yang terbunuh tadi yang melambai-lambai ke arah kami. Lift bergerak maju dan masuk ke sebuah ruang yang sangat gelap. Mendadak lift terjatuh sangat cepat dari lantai 13 ke lantai 1. Tubuh saya melayang kira-kira sepuluh centi dari tempat duduk karena dijatuhkan dari 13 lantai. Lift kembali ke atas, lalu bergerak naik turun dan jendela di depan kami menjeblak terbuka dan memperlihatkan bahwa kami berada di ketinggian. Namun menurut saya, wahana ini tidak menakutkan sama sekali. Hanya kaget di awal. Cukup seru untuk semua umur.

Di Disney Hollywood Studios, kami juga mengunjungi salah satu rumah hantu Disney yang disebut Haunted Mansion. Bagi yang sudah menonton filmnya pasti sudah tidak asing lagi. Kelihatannya dari luar sih mengerikan, seperti batu nisan dimana-mana dengan nisan berbentuk wajah yang matanya bisa membuka dan menutup. Namun ketika berada di atas kereta yang membawa kami menjelajahi rumah hantu itu, saya yang penakut pun cukup riang menikmati hantu-hantu berseliweran. Hehehe cuma hantu Amerika sih kalah sama hantu Indonesia. Konsep rumah hantu ini memang tidak dibuat mengerikan, sama halnya dengan filmnya yang lebih terkesan lucu. Rumah hantunya penuh animasi, efek 3D, maupun sentuhan teknologi dimana-mana.

Menjelang sore hari, kami menuju ke rock n rollercoaster untuk naik ke roller coaster ini sekali lagi dengan fast pass. Setelah itu, kami langsung bergerak cepat menuju Lights Motors Action, Extreme Stunt Show, yaitu rahasia di balik layar pembuatan film-film action di Hollywood. Tempatnya mirip-mirip lapangan olahraga dengan tribun bertingkat-tingkat yang sudah dipenuhi penonton. Show dimulai dengan sebuah tiga buah mobil jenis sedan warna merah yang berjalan mundur ke tengah arena pertunjukan yang disulap seperti jalanan dengan beberapa gedung bertingkat dan ada kolam dengan jembatan di sisi lain jalan. Lalu tiga mobil jenis sama dengan warna hitam yang berjalan normal datang dan berkejar-kejaran dengan tiga mobil merah tadi. Meliuk-liuk dan berhenti sangat mendadak ataupun berbelok mendadak dengan kecepatan tinggi. Pembawa acara lalu menghentikan ‘pergulatan’ mobil-mobil itu. Tidak cukup susah mengamati secara jelas wajah sang pembawa acara karena ada layar besar di tengah arena yang menampilkan wajah sang pembawa acara maupun atraksi yang sedang terjadi. Ternyata, mobil merah yang berjalan mundur tadi tidak benar-benar berjalan mundur. Hollywood memodifikasi habis-habisan mobil itu. Ternyata sopirnya berada di jok belakang dan setir mobil berada di belakang. Bokongnya mobil adalah bagian depan mobil. Nah lo bingung kan, hehehe. Yang jelas, adegan di film action penuh modifikasi otomotif. Ada lagi anak kecil yang disuruh maju dan mengendarai mobil hanya dengan menggerakkan sebuah remote control. Persis seperti bermain mobil remote control. Namun ternyata pengendara mobilnya berada di samping luar mobil sehingga terlihat bahwa remote control itu benar-benar menggerakkan mobil. Ada pula atraksi orang tertembak lalu terjatuh dari gedung bertingkat, lalu terbakar api, dsb. Ada banyak ledakan di dalam atraksi ini. Ada juga atraksi motor-motor balap yang melompat dari ketinggian atau dari truk satu ke truk lainnya. Atraksi yang cukup menarik untuk mengetahui sisi lain Hollywood.

Kami pun menjadi dibuat penasaran pula dengan rahasia di balik film Indiana Jones. Di awal, sang aktor bergelut dengan tombak yang terhunus dari bawah tanah, lalu dikejar-kejar bola raksasa. Seperti biasa, Disney melibatkan beberapa sukarelawan dari penonton yang bersedia menjadi pemain figuran di pertunjukan tadi. Mereka pun didandani ala orang timur tengah, karena saat itu cerita ber setting di timur tengah. Atraksi tidak jauh berbeda dengan Extreme Car Show, ledakan dan tembakan peluru. Bahkan ini juga melibatkan pesawat terbang.

Malamnya, kami berkeliling ke sebelas negara. Meski tidak cukup jelas di malam hari, namun tak mengurangi kenikmatan menjelajahi epcot. Kami malah berputar-putar dulu di departement store yang menjual segala macam barang tentang Jepang. Harganya tidak bisa dikatakan murah. Untuk kimono maupun yukata minimal berbandrol $50. Saya bercakap-cakap sejenak dengan pelayan dan kasirnya yang juga orang Jepang asli, sekalian praktek bahasa Jepang yang diajarkan di SMADA, hehehe meski cuma bisa salam-salamnya saja. Saya jadi tau kalo mereka adalah mahasiswa yang ikut pertukaran mahasiswa dan bekerja di Disney World.

Brianna pun membeli sebuah kerang dengan harga $14. Bukan sembarang kerang, di dalam kerang tersebut ada mutiara yang bisa dipakai untuk perhiasan. Cukup menambah kira-kira $9, Brianna pun memiliki sebuah kalung mutiara cantik. Lalu, kami memutuskan menyantap makan malam di Restoran Jepang. Brianna memesan sushi, namun saya cukup memesan Tonosama (nasi dengan daging campuran antara udang,ayam,dan sapi) karena saya tidak doyan makanan yang mentah-mentah atau setengah masak.

Karena hari pertama kami gagal menonton pertunjukan kembang api atau fireworks, kami membulatkan tekad menonton kembang api di Epcot pukul sembilan malam. Ini salah satu fireworks terbaik milik Disney. Fireworks Epcot berada di tengah danau yang juga terletak persis di tengah Epcot. Fireworks diawali oleh seluruh cahaya di Disney Epcot yang padam lalu disusul letusan kembang api dari pinggir danau. Kembang api terus memancar bersusul-susulan, semakin lama semakin besar. Bola dunia di pinggir danau pun juga menyala dan memperlihatkan peta seluruh dunia dan diiringi musik dan lagu khas Disney Epcot yang begitu indah. Saya pun mengamati peta Indonesia yang nampak di bola dunia yang menyala seperti api tadi. Mendadak kembang api berhenti, lalu bola dunia yang menyala tadi bergerak menuju ke tengah danau. Warnanya pun berganti dari warna api yang menyala berubah menjadi biru, hijau, merah, kuning, dsb. Lagu nan syahdu yang mendendangkan perdamaian dunia pun mengiringi bola dunia yang menari tadi. Ketika bola dunia tersebut mencapai tengah danau, bola dunia tersebut seperti layar yang memunculkan beberapa video dan gambar orang-orang penting di seluruh dunia. Kemudian masing-masing dari sebelas negara memancarkan cahaya bergantian dan mengarah ke langit, tepat di atas bola dunia yang menyala tadi, lalu sepintas saya melihat sebuah bintang di awan hasil dari cahaya dari tiap negara yang memancar dan menyatu. Lampu-lampu dari atap tiap bangunan di tiap negara pun menyala seolah memberi hormat pada bola dunia. Meski cukup larut malam, kami sangat menikmati pertunjukan kembang api di Epcot tadi. Masih banyak kejutan Disney yang menanti hingga hari kelima.

( to be continued )

2 thoughts on “Radar Kediri – Disney World Part Three

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s